Nadamurung yang menggambarkan suasana hati yang sedih. 1) penyair yang menulis puisi berdasarkan pe Nadadan Suasana dalam Puisi---Dalam menulis puisi, penyair mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca: apakah dia ingin bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sikap penyair kepada pembaca ini disebut nada puisi. Adapun suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan puisi terhadap jiwa pembaca. Nadamengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca. Dari sikap itu terciptalah suasana puisi. Ada puisi yang bernada sinis, protes, menggurui, memberontak, main-main, serius (sungguh-sungguh), patriotik, belas kasih (memelas), takut, mencekam, santai, masa bodoh, pesimis, humor (bergurau), mencemooh, karismatik, filosofis, khusyuk, dan sebagainya. NadaNada adalah sikap seorang penyair dalam puisinya sehingga efeknya terasa oleh pembaca. Nada adalah cara penyair menyampaikan puisinya sesuai dengan pilihan kata-katanya. Misalnya, puisi yang bernada protes, sinis, marah, serius, bahagia, haru, sedih, semangat, hingga bersenda gurau. Suasana Suasana adalah perasaan pembaca setelah membaca puisi. Waspadaiperbedaan antara suasana dan nada di karya sastra. Cukup sulit untuk membedakan suasana dan nada di sastra karena keduanya sering saling berhubungan. Suasana berbeda dengan nada karena lebih menjelaskan keadaan dan atmosfer cerita. Suasana dibuat melalui respons pembaca terhadap nada tulisan. Bunyidalam puisi adalah hal yang penting untuk menggambarkan suasana dalam puisi. Oleh karena itu pembaca puisi harus benar-benar memperhatikan pengucapan kata demi kata dalam puisi. Puisi terdiri dari unsur-unsur seperti imajinasi, pemilihan kata, pemikiran, nada dan rasa. Dalam penelitian ini ada tiga puisi yang ingin dianalisis yakni . Setelah membaca puisi, seringkali perasaan kita jadi terpengaruh oleh isinya baik rasa sedih, marah, atau bersemangat. Puisi yang baik senantiasa mampu meninggalkan kesan mendalam bagi perasaan pembaca. Misalnya, sebuah puisi cinta yang membuat hatimu menjadi berbunga-bunga atau puisi kritik sosial yang membuat perasaan kemanusiaanmu tersentuh. Itulah yang disebut sebagai suasana, yaitu keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Dengan kata lain, suasana merupakan akibat psikologis yang ditimbulkan puisi itu terhadap pembaca. Suasana ialah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Contoh analisis suasana dalam puisi InginSapardi Djoko DamonoAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkan kayukepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan isyarat yang tak sempat disampaikan awankepada hujan yang menjadikannya tiadaPuisi di atas merupakan ungkapan cinta seseorang kepada kekasihnya. Dapatkan kalian merasakan bagaimana perasaan seseorang istri ketika suaminya menyatakan kerelaannya untuk berkorban, seperti pengorbanan kayu kepada api?Kalian diajak membayangkan bagaimana perasaan seseorang istri ketika suaminya menyatakan kesediaannya berkorban seperti pengorbanan awan yang musnah demi menjadi hujan? Benar. Siapa pun perempuan yang menjadi istri lelaki itu akan merasakan perasaan yang romantis, merasa disayangi, dan terlindungi. Perasaan kalian yang terasa setelah membaca puisi di atas itulah yang dinamakan suasana. Tema adalah ide dasar yang mendasari sebuah tulisan, termasuk puisi. Tema puisi menjadi inti dari makna atau pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Meskipun bahasa yang digunakan dalam puisi cenderung bermakna konotatif, tetapi tema puisi salah satunya dapat dirunut dengan menggunakan kata-kata kunci dalam puisi tersebut. Tema puisi akan sangat menentukan penyair dalam memiih kata-kata yang digunakan dalam puisi Aku Ingin karya sapardi Djoko Damono di atas tema puisinya adalah tentang cinta. Tema ini dapat dengan mudah ditemukan karena pengulangan kalimat “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana’ sebanyak dua kali. Sementara itu, tema puisi Sajak Anak Muda’, adalah pendidikan. Tema ini dapat ditemukan dari penggunaan katakata yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan seperti ilmu hukum, filsafat, logika, serta istilah pendidikan seperti pendidikan, pengetahuan, sekolah dan ujian. Sosiologi Info - Berikut pembahasan soal tentang Jelaskan Bagaimana Nada dan Suasana yang Terkandung Dalam Teks Puisi Di Atas !.Inilah ulasan untuk Kunci Jawaban Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 183, Kegiatan pembahasan untuk kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 SMA halaman 183, kurikulum dari buku pelajaran Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk Kelas 10 SMA/SMK, cetakan pertama 2021. Dengan penulis buku oleh Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar. Diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan adik dalam pembahasan materi pembelajaran kali ini di BAB 6 Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi. Ada beberapa pembahasan yang dibagi menjadi beberapa sub bagian, mulai dari bagian A. Memahami Diksi dalam Teks Puisi yang bagian B. Memahami Teks Diskusi dan Menilai Efektivitas Diksi, Rima dan Tipografi dalam Teks bagian C. Mengidentifikasi tema dan suasana dalam teks puisi, bagian D. Menyajikan musikalisasi puisi secara bagian E. Menulis tanggapan terhadap antalogi puisi secara logis dan kritis, bagian F. Menyajikan pembacaan puisi dengan ekspresif dan materi pembelajaran di bagian G. Jurnal membaca, dan bagian H. Refleksi. Nah itulah beberapa materi pembelajaran yang akan adik adik pembahasan materi pembelajaran dalam kesempatan ini ada di Bagian C. Mengidentifikasi Tema dan Suasana dalam Teks Puisi. Pada bab ini lah adik adik mempelajari secara mendalam teks puisi melalui berbagai aktivitas pembelajaran. Setelah melalui berbagai aktivitas pembelajaran tersebut, adik adik diharapkan mampu memahami, menganalisis, menilai, menanggapi dan membacakan puisi dengan baik. Memahami Pengertian dan Karakteristik PuisiPuisi adalah merupakan salah satu karya sastra, selain prosa dan drama, sebagai sebuah karya juga digunakan seseorang untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaannya dalam bentuk kata kata yang indah. Kata kata dalam puisi cenderung bersifat kiasan. Puisi biasanya disampaikan dengan teknik figuratif untuk menciptakan suasana mampu menggugah imajinasi, perasaan, dan keindahan bagi pembacanya. Dalam puisi, kata kata dipilih sedemikian rupa secara selektif. Pemilihan kata tersebut mengguah imajinasi, perasaan dan keindahan bagi pembacanya. Dalam puisi kata kata dipilih sedemikian rupa secara selektif. Pemilihan kata tersebut bertujuan dapat memunculkan efek tertentu dan menampung makna yang menggambarkan pikiran, gagasan, dan perasaan penyair. Pemilihan kata kata atau diksi juga harus mempertimbangkan irama, rima, larik, dan tipografi bentuk puisi. Oleh karena itulah unsur bahasa dalam puisi dianggap lebih padat jika dibandingkan dengan karya sastra untuk mendukung pemahaman adik adik pada awal pembelajaran kali ini silahkan isi tabel berikut dibawah sebelum adik adik membaca jawaban alternatif yang akan disajikan dibawah. Disarankan agar adik adik menjawab dengan kemampuan sendiri dulu soal sudah menjawab dengan kemampuan sendiri, barulah nantinya adik adik membandingkan jawaban adik adik dengan jawaban yang ada dibawah diingat bahwa jawaban yang disajikan oleh tim redaksi tidaklah menjadi jawaban yang mutlak benar 100 adik adik juga menambah bacaan dan mengeksplorasi jawaban relevan lainnya, agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif juga. Mari Jawaban Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 183, Kegiatan soal dan jawabannya. Setelah membaca dengan saksama puisi di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut !Jelaskan Bagaimana Nada dan Suasana yang Terkandung Dalam Teks Puisi Di Atas !Jawabannya Nada dan suasana yang terkandung dalam puisi tersebut adalah suasana kesedihan, keharuan, rasa iba dan ada rasa empati dari penyair kepada gadis peminta minta. Nah itulah tadi pembahasan dan penjelasan mengenai soal pertanyaan yang ada di materi pembelajaran BAB 6, semoga dapat bermanfaat ulasan tentang soal Jelaskan Bagaimana Nada dan Suasana yang Terkandung Dalam Teks Puisi di Atas !.Itulah tadi pembahasan untuk Kunci Jawaban Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas 10 SMA Halaman dari buku pelajaran Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk Kelas 10 SMA/SMK, cetakan pertama 2021. Dengan penulis buku oleh Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar. Diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan diingat bahwa jawaban yang disajikan oleh tim redaksi tidaklah menjadi jawaban yang mutlak benar 100 adik adik juga menambah bacaan dan mengeksplorasi jawaban relevan lainnya, agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif juga.Disclaimer 1. Kunci jawaban diatas tidaklah menjadi jawaban yang mutlak benar 100 persen2. Silahkan adik adik mencari jawaban relevan lainnya3. Jawaban alternatif di atas hanya sebagai tambahan referensi saja. Struktur batin puisi dan struktur fisik puisi dua hal yang mungkin jarang kamu dengar. Nah, buat kamu yang ingin menjadi seorang pujangga atau penyair, wajib tahu apa itu struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Puisi terdiri atas struktur fisik dan batin. Berikut contoh puisi beserta struktur fisik dan batin yang mudah dipahami untuk pemula. Atau mungkin ada diantara kamu yang tengah mendapat tugas dari sekolah atau kampus untuk membuat laporan atau analisis tentang struktur pada puisi? Ternyata banyak yang memang tidak tahu bagaimana cara membuat analisis struktur batin puisi ataupun struktur fisik puisi. Maka dari itu, pada kesempatan ulasan artikel kali ini, kamu tidak hanya mengenal struktur batin puisi dan fisik puisi saja. Di Bagian akhir juga akan ada contoh analisis struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Nah, untuk mengetahui lebih lebih jelasnya, langsung saja simak ulasan sebagai berikut. Download Ebook cara menulis novel untuk pemula gratis Daftar Isi Artikel 1Apa Itu Struktur Batin?Struktur Batin Puisi1. Tema2. Perasaan3. Nada dan Suasana4. Amanat PuisiPengertian Struktur Fisik Struktur Fisik Puisi1. Diksi2. Imaji3. Kata konkret4. Bahasa Figuratif 5. Versifikasi 6. Tipografi atau PerwajahanContoh Analisis Struktur Batin Puisi dan Fisik PuisiContoh Analisis Struktur Batin Puisi Doa CintaContoh Analisis Struktur Fisik Puisi Cuma-Cuma Apa Itu Struktur Batin? Struktur batin puisi dapat diartikan sebagai kerangka yang digunakan untuk membangun atau untuk membuat puisi. Struktur batin puisi tidak berwujud, kemudian penulis melahirkannya dalam bentuk wujud yang dapat dirasakan oleh orang lain. Salah satu caranya dengan mengungkapkan menggunakan kata-kata. Struktur batin puisi bagi masyarakat umum memang kurang familiar. Namun bagi penyair atau pencipta puisi pastinya sudah familiar dengan hal ini. Dimana Struktur batin puisi dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan, perasaan yang mampu membangkitkan rasa, emosi dan semangat dari para pembaca. Struktur Batin Puisi Jika sebelumnya sudah mengetahui sekilas tentang apa itu struktur batin puisi? Ternyata struktur batin puisi memiliki empat elemen dasar, yang meliputi tema, perasaan, nada & suasana serta amanat. Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya, kita simak sebagai berikut. 1. Tema Tema juga menjadi salah satu struktur penulisan puisi yang tidak boleh diabaikan dan ditinggalkan. Tema adalah gagasan pokok atau pokok pikiran yang akan diangkat oleh penulis. Bagi penyair yang sudah memiliki pengalaman dan jam terbang cukup lama, tidak mengalami kesulitan dalam menentukan tema. Nah, buat kamu yang juga ingin demikian, kuncinya hanya satu. Peka dan jeli terhadap lingkungan. banyak puisi-puisi yang justru lahir dari kritik sosial yang kemudian dikemas menggunakan bahasa yang menarik. Tema dalam puisi memiliki fungsi yang sangat krusial, pahami di artikel Fungsi Tema dalam Puisi. 2. Perasaan struktur yang tidak kalah penting saat menciptakan sebuah puisi adalah rasa. Meskipun bukan makanan, melainkan karya tulis, puisi butuh rasa agar pembaca bisa merasakan apa yang harus dirasakan. Bentuk rasa yang dapat dirasakan setiap orang pun beragam. Ada rasa sedih, rasa bahagia, rasa berbunga, rasa takjub dan masih banyak lagi rasa. Apa Masalah Anda dalam Menulis Buku? Rasa yang ditimbulkan akan memberikan kesan. kesan inilah yang akan menentukan puisi akan terus dikenang atau diabaikan. Pertanyaannya adalah, tidak semua penulis mampu menciptakan karya puisi yang memiliki selera tinggi. butuh latar belakang, jam terbang dan pengalaman dari si penyair. Rasa juga butuh imajinasi dan penghayatan yang dalam. 3. Nada dan Suasana Ada yang menarik dari penulisan puisi. Dibanginkan cerpen ataupun novel, puisi ditulis memperhatikan nilai estetika. Bentuk estetika dalam sebuah puisi dapat diukur dari pemilihan diksi dan majas. Jadi, seorang penyair butuh kemampuan dalam mengelaborasi antara pemilihan kata dan majas. sehingga menciptakan sebuah karya yang kalimatnya memiliki estetika, dan memiliki pesan yang tidak kalah menarik. Salah satu tantangan menulis puisi dibandingkan menulis novel dan cerpen adalah, penyair harus memiliki imajinasi tinggi dalam menyampaikan kritik, nasihat, pesan tanpa menggurui, namun memiliki pesan yang impresif. Panduan Expert Menulis Novel Sampai Terbit penulis sudah unduh dan baca e-book Panduan Menulis Novel ini! Tidak hanya itu, meskipun hanya dituliskan dalam sebuah puisi yang relatif singkat, puisi juga mampu membangkitkan suasana bagi pembaca. tentu saja untuk membangkitkan suasana dalam bahasa dan kata yang singkat, butuh latihan yang tidak hanya sekali atau dua kali saja. 4. Amanat Puisi Dalam setiap karya, termasuk karya puisi, pasti penulis memiliki tujuan berupa pesan. Pesan inilah yang dalam struktur batin puisi disebut dengan amanat. Ada dua bentuk amanat yang dapat penulis sampaikan. Bisa disampaikan secara tersurat dan tersirat. Jika pesan puisi yang disampaikan secara tersurat, maka pembaca diarahkan untk menerima pesan atau amanat yang sudah disampaikan penulis apa adanya. sebaliknya, jika puisi disampaikan secara tersirat, maka interpretasi dan amanat puisi diserahkan kepada pembacanya. Jika dilihat dari struktur batin puisi di atas, sebenarnya kamu pun sudah familiar dan sering membaca dalam teori buku-buku bahasa bukan? Memang istilah struktur batin puisi memiliki istilah lain yang lebih familiar. Baca Juga Apa itu Puisi Akrostik? Pengertian Struktur Fisik Setelah sebelumnya mengulas batin puisi, maka beda lagi dengan yang namannya struktur fisik. Struktur fisik puisi memiliki istilah yang lebih populer, yaitu metode puisi. Jadi struktur fisik puisi adalah upaya dan sarana penyair menyampaikan pesan atau amanat dalam bentuk puisi. Dikatakan sebagai struktur fisik puisi karena puisi disusun berdasarkan apa yang tampak dalam bentuk susunan kata. Struktur Fisik Puisi Jika pada struktur batin puisi memiliki 4 elemen penting. Maka pada struktur fisik puisi pun juga memiliki elemen lain. Struktur fisik puisi lebih memfokuskan pada beberapa elemen yang meliputi diksi, pencitraan, kata konkret, majas, bunyi yang menghasilkan rima dan ritma. Mungkin ada diantara kamu yang lupa apa sih yang dimaksud diksi, imaji, kata konkret, bahasa figurative, verifikasi dan tipografi. Nah, berikut ulasan lebih lengkap tentang struktur fisik puisi. 1. Diksi Mungkin ada diantara kamu yang sudah mendengar apa itu diksi. Yap, diksi adalah pemilihan kata-kata. Meskipun hanya sekedar memilih kata-kata, ternyata dalam penulisan puisi sangat menentukan hasil akhirnya. Maka tidak heran jika banyak penyair yang sangat selektif dan memilih diksi dengan hati-hati dan secermat mungkin. Karena pilihan diksi akan menentukan keselarasan bunyi, makna dan urutan kata. 2. Imaji Imaji juga termasuk struktur fisik puisi yang sifatnya imajinatif. Karena bersifat imajinatif dalam angan dan kognitif penulis. Maka, butuh seni bagi penulis agar bisa memvisualkan imajinasi tersebut dalam sebuah kata-kata yang indah puisi. Tidak hanya indah, akan lebih baik lagi jika mampu memberikan impresi kepada pembaca tentang “rasa”. Imaji dalam struktur fisik puisi dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu imaji suara auditif, imaji penglihatan visual dan imaji raba taktil. Dari ketiga bentuk imaji tersebut secara tidak langsung mengarahkan pembaca agar bisa merasakan, dan seolah mendengar serta melihat seperti apa yang dirasakan oleh penyair. 3. Kata konkret Ada juga yang disebut dengan kata konkret. Yap, kata konkret adalah kata yang dapat dirasakan dan ditangkap oleh panca indera pembaca. Umumnya bentuk kata konkret berupa kiasan atau perlambang. Perlambang yang digunakan para penyair inilah yang kemudian disebut majas. Ulasan tentang majas, kamu bisa baca artikel yang sudah kita bahas. 4. Bahasa Figuratif Bahasa figuratif tidak jauh berbeda dengan majas. Dimana bahasa figuratif adalah bahasa kiasan yang memiliki peran untuk menghidupkan dan memberikan nilai sentimentil pada benda-benda yang sebenarnya biasa saja. Dengan kata lain, bahasa figuratif inilah yang mampu menjadikan puisi memiliki nilai impresi kesan bagi pembaca. Nah, umumnya bahasa figuratif banyak menggunakan majas simile, eufemisme, personifikasi, metafora, sinekdoke, litotes, ironi dan masih banyak lagi. 5. Versifikasi Mungkin kamu asing dengan istilah versifikasi? Secara umum, versifikasi dapat diartikan sebagai rima. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. Rima dapat digunakan di awal, tengah maupun akhir baris puisi. Rima puisi memiliki beberapa bentuk, diantaranya onomatope, yaitu rima tiruan yang memiliki bunyi yang bersifat magis. Selain rima onomatope, ada juga inter, atau pola bunyi yang dapat digunakan untuk membuat repetisi bunyi atau persamaan bunyi yang ada di bagian akhir kata. Dalam bentuk majas, yang termasuk dalam bentuk intern adalah majas aliterasi, asonansi dan masih banyak lagi. Terakhir, ada pengulangan kata atau ungkapan atau ritma yang memfokuskan pada tinggi rendah, atau kuat lemahnya bunyi. 6. Tipografi atau Perwajahan Tipografi atau yang lebih familiar kita kenal dengan perwajahan puisi. Struktur fisik puisi satu ini sangat penting memperhatikan masalah kerapian secara visual. Termasuk memperhatikan masalah penulisan huruf kapital di setiap awal kalimat, hingga masalah titik dan koma pun juga menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Itulah enam unsur yang harus ada saat kamu hendak menampilkan struktur fisik pada puisi. Atau ketika kamu hendak menulis puisi, kamu harus memperhatikan enam elemen tersebut. Buat kamu yang ingin menjadi pujangga atau penyair, untuk pertama kalinya memang sulit. Meskipun sulit, jika kamu bersungguh-sungguh ingin menjadi seorang pujangga, tetap latih dan terus mencoba. Karena untuk menjadi seorang penulis itu tidak hanya bermodalkan “keinginan” tetapi juga harus berani melakukan “action”. Action adalah kunci keberhasilan paling besar sebanyak 99%. Sementara, konsep dan seberlian apapun ide kamu, jika tidak pernah direalisasikan hanya akan menjadi sebuah wacana. Jadi sehebat apapun ide dan konsep hanya menyumbang keberhasilan 1% saja. Dan ini juga berlaku buat siapapun yang ingin menjadi penyair, pujangga ataupun yang ingin menjadi seorang penulis. Baca Juga Sumber Inspirasi Ide Membuat Puisi Contoh Analisis Struktur Batin Puisi dan Fisik Puisi Beberapa penjelasan diatas tentang pengertian struktur batin puisi dan struktur fisik puisi, mungkin ada diantara kamu yang masih belum afdol, jika tidak ada contohnya. Nah, sebagai gambaran, berikut contoh analisis struktur batin puisi dan analisis struktur fisik puisi. Agar mempersingkat waktu, dan menghemat konsentrasi saya. Maka contoh puisi saya ambilkan dari salah satu puisi yang pernah saya tulis dan sudah pernah dipublikasikan di surat kabar dan tabloid di Jogja. Langsung saja, intip seperti apa sih contohnya. Contoh Analisis Struktur Batin Puisi Doa Cinta Doa Cinta Aku berbaring sendiri Terkenang penantian panjang Pikirku tak berujung bagaikan jalan Jika memang cinta laksana pedang Kiranya ada satu hal yang kukenang Tentang kesenangan atau kesedihan di tengah malam Kenapa malam ini begitu mencekam? Sesak mencekik leherku Hancur semua kata manisku Bahkan kerinduanku telah dijadikan debu Langit-langit hatiku mulai sendu Halilintar mulai menyambar Serasa tidak mampu lagi menampung kadar air hujan Hujan kian reda saat dada ini terisi doa Halilintar mulai tidak menyambar Saat mendung kian menghilang Rembulan pun bersinar Tersenyum dalam ketenangan ikhtiar Karya Irukawa Elisa, Dipublikasikan Tabloid BIAS Edisi 1 Mei 2009 A. Tema Puisi berjudul doa cinta bertemakan tentang percintaan. Di dalam puisi tersebut tidak ada spesifik cinta untuk manusia, benda ataupun cinta pada Tuhan. Interpretasi diserahkan pada masing-masing pembaca. Dimana dari perasaan cinta yang tidak selalu indah, sebenarnya hanya sebagai sarana untuk belajar hidup dan belajar ikhtiar. B. Feeling Perasaan yang tertangkap dalam puisi di atas mengambarkan kesenduan, kegalauan tentang perasaan terhadap sesuatu yang dicintainya. Dimana perasaan negatif yang dirasakan, secara tidak langsung sebagai ajang untuk mengontrol emosi, dan belajar mengikhlaskan kepada sang pemilik cinta. Jadi bukan masalah kegagalan dalam menjalani cinta atau berhasil menjaga cinta sampai akhir. apapun hasil akhirnya, selama sudah diupayakan semua akan baik-baik saja, karena itu bagian dari perjalanan yang harus dilewati dengan ikhlas dan ikhtiar. C. Nada dan Suasana Dari nada, saya sengaja membuat berirama agar lebih mengena sampai di hati. Sementara untuk suasana, sudah terlihat jelas dalam suasana negatif, sendu, galau dan sedih. D. Amanat Perasaan cinta yang manusia miliki, akan diuji. Tidak ada rasa cinta yang selalu bahagia. Pasti ada sedih, duka dan lara. Karena cacat dan luka hanya cara Tuhan agar kita bisa “merasakan”. Ketika kita bisa “merasakan” maka kita bisa menikmati bahwa bahagia itu sederhana. Contoh Analisis Struktur Fisik Puisi Cuma-Cuma Cuma-cuma Di Samping tugu aku menunggu mlecu Lautan manusia di situ, di sana-sini menganggapku lucu Ku acuhkan mereka dengan plengosan bibir semakin maju Tak jarang lidah tergigit untu Tak peduli mereka pejabat baru Percuma menunggu janji-janji, Uang beribu-ribu, Bensin SPBU Setelah jadi, Hanya janji palsu Aku tidak akan tertipu lagi Karya Irukawa Elisa, Dipublikasikan 3 Maret 2009 di Kedaulatan Rakyat. A. Tipografi Puisi “cuma-cuma” terdiri dari tiga bait. Bait pertama dan kedua masing-masing terdiri dari lima baris. Di bait pertama saya membuat dengan intonasi “u” agar memiliki rima. Sementara di bait kedua, rima sengaja dibuat selang-seling berakhiran “i” dan U”. Bait terakhir hanya satu baris saja. Pada bait pertama, puisi menggunakan campuran bahasa jawa dalam garis miring dengan tujuan menjaga keselarasan dan memasukan unsur bahasa jawa di dalam puisi. B. Diksi Pemilihan Diksi saya memiliki kata yang padat, dan tegas dan sarat emosi. Karena puisi tersebut saya tulis saat musim kampanye, dan aku menemukan fakta dibalik pemilu. C. Pencitraan Pencitraan ada di baris yang berbunyi “tak jarang lidah tergigit untu” yang mempresentasikan rasa sakit lidah tergigit gigi sendiri. Secara keseluruhan puisi pada judul “cuma-cuma” bentuk ketegasan atau kekritisan agar tidak mudah terpancing oleh janji politikus saat menjelang pemilihan. D. Majas Pada puisi di atas, tidak terlalu banyak majas yang digunakan. Namun secara keseluruhan puisi tersebut berbentuk sindiran kepada pemerintah, elite politik dan elit yang hendak mencalonkan diri dalam pemilu. E. Versifikasi Pada puisi yang saya buat berjudul “cuma-cuma” didominasi dengan rima “U”Itulah beberapa contoh struktur batin puisi dan struktur fisik puisi. Semoga sedikit ulasan ini memberikan manfaat dan memberikan gambaran. Setidaknya setelah melihat contoh analisis di atas, kamu tidak lagi kebingungan bagaimana cara menyusun analisisnya.Irukawa Elisa 04 Mar, 2012 Nada dan Suasana dalam Puisi- Dalam menulis puisi, penyair mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca apakah dia ingin bersikap menggurui, menasihati, mengejek, menyindir, atau hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Sikap penyair kepada pembaca ini disebut nada puisi. Adapun suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan puisi terhadap jiwa pembaca. Nada dan suasana puisi saling berhubungan. Nada puisi menimbulkan suasana tertentu terhadap pembacanya. Nada duka yang diciptakan penyair dapat menimbulkan suasana iba di hati pembaca. Nada kritik yang diberikan penyair dapat menimbulkan suasana penuh pemberontakan bagi pembaca. Nada religius dapat menimbulkan suasana khusyuk. PertanyaanPerhatikan puisi berikut! Pertanyaan Penting Karya Rendra Indonesia indah melimpah. Di samping sumut pohon jambu berkembang. Di laut ikan cakalang dan lumba-lumba. Lalu kenapa kamu bunuh Marsinah? Kenapa kamu bunuh para petani di Sampang, Madura? Apakah tak kamu lihat kupu-kupu menari? Ayam berkotek dan burung bernyanyi? Dikutip dari Rendra, Doa Untuk Anak Cucu , Yogyakarta , Bentang, 2016 Jelaskan nada dan suasana dalam puisi tersebut! ... ... KKK. KhoirunnisaMaster TeacherMahasiswa/Alumni Universitas SriwijayaJawabanpuisi tersebut menggunakan nada protesdansuasana tersebut menggunakan nada protes dan suasana marah. PembahasanNada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca, sedangkan suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Macam-macam nada dalam puisi Nada melankolik nada murung yang menggambarkan suasana hati yang sedih. Tekanan suara lebih rendah dan perlahan serta sesuai untuk puisi yang bertemakan penderitaan, kehampaan dan kerinduan. Nada romantik menggambarkan suasana hati yang tenang dan menyenangkan. Tekanan suara agak tinggi dan diselangi oleh tekanan suara rendah dan perlahan. Sesuai untuk puisi yang bertemakan peristiwa indah dan menggembirakan. Nada patriotik menggambarkan suasana hati yang penuh bersemangat. Tekanan suara lebih tinggi, pantas atau cepat. Sesuai untuk puisi yang bertemakan perjuangan, bercita-cita tinggi, besar dan mulia. Nada sinis menggambarkan suasana hati yang kurang senang. Tekanan suara agak rendah dan perlahan, iaitu bersesuaian dengan puisi yang bertemakan hal yang tidak disukai atau kurang dipersetujui. Nada protes menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman.. Puisi tersebut disampaikan dengan nada ini terlihat pada kalimat di baris keempat dan kelima mengenai pertanyaan tentang mengapa mereka dibunuh. Sementara itu, suasana yang tercipta setelah membaca puisi tersebut adalah marah. Jadi, puisi tersebut menggunakan nada protesdansuasana mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca, sedangkan suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Macam-macam nada dalam puisi Nada melankolik nada murung yang menggambarkan suasana hati yang sedih. Tekanan suara lebih rendah dan perlahan serta sesuai untuk puisi yang bertemakan penderitaan, kehampaan dan kerinduan. Nada romantik menggambarkan suasana hati yang tenang dan menyenangkan. Tekanan suara agak tinggi dan diselangi oleh tekanan suara rendah dan perlahan. Sesuai untuk puisi yang bertemakan peristiwa indah dan menggembirakan. Nada patriotik menggambarkan suasana hati yang penuh bersemangat. Tekanan suara lebih tinggi, pantas atau cepat. Sesuai untuk puisi yang bertemakan perjuangan, bercita-cita tinggi, besar dan mulia. Nada sinis menggambarkan suasana hati yang kurang senang. Tekanan suara agak rendah dan perlahan, iaitu bersesuaian dengan puisi yang bertemakan hal yang tidak disukai atau kurang dipersetujui. Nada protes menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman.. Puisi tersebut disampaikan dengan nada protes. Hal ini terlihat pada kalimat di baris keempat dan kelima mengenai pertanyaan tentang mengapa mereka dibunuh. Sementara itu, suasana yang tercipta setelah membaca puisi tersebut adalah marah. Jadi, puisi tersebut menggunakan nada protes dan suasana marah. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!21rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!TNTalitha Nazifa Khairunnisa Ini yang aku cari! Unsur batin adalah unsur yang ada dalam batin puisi, yaitu berupa tema, feeling perasaan, nada, dan amanat. Unsur fisik dan unsur batin tersebut saling berkaitan. Pembaca bisa menemukan unsur batin puisi setelah memahami makna dalam setiap diksi, gaya bahasa, atau perwajahannya. Unsur batin puisi puisi merupakan pikiran perasaan yang diungkapkan penyairnya Waluyo, 199547. Unsur batin ini merupakan makna yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Makna puisi ini tersurat di balik unsur fisiknya. Richards melalui Waluyo, 1995180-181 menyebutkan makna atau stuktur batin puisi itu ada empat yaitu tema sense, perasaan penyair feeling, nada atau sikap penyair terhadap pembaca tone, amanat intention. Keempat hal tersebut akan dibahas sebagai Tema SenseTema merupakan gagasan pokok atau subject matter yang dikemukakan penyair Waluyo, 1995106. Pokok pikiran itu begitu kuat mendesak dalam jiwa penyair sehingga menjadi landasan utama penyampaian puisinya. Jika desakan yang kuat itu berupa hubungan penyair dengan Tuhan, maka puisinya bertema ketuhanan. Jika desakan yang kuat itu berhubungan dengan sisi-sisi kemanusiaan, maka puisi bertema kemanusiaan. Jika desakan yang kuat itu berupa dorongan memprotes ketidakadilan, maka puisinya bertema protes atau kritik sosial. Jika desakan yang kuat itu berupa perasaan cinta pada seseorang atau sesuatu, maka puisinya bertema cinta Waluyo, 1995106-107.b. Perasaan FeelingPerasaan feeling merupakan sikap penyair terhadap pokok persoalan yang ditampilkannya. Perasaan penyair dalam puisinya dapat diketahui melalui ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam puisinya. Ketika menulis puisi, penyair mengekspresikan suasana hati penyair sehingga dapat dihayati pembaca Waluyo, 1995121.c. Nada ToneNada dalam puisi dapat diketahui dengan memahami apa yang tersurat. Nada berhubungan dengan suasana karena nada menimbulkan suasana tertentu pada pembacanya. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca sikap pembaca setelah membaca puisi atau akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca Waluyo, 199571. Sebagai contoh, puisi yang bernada duka menimbulkan suasana iba hati pada pembaca, nada khusuk bisa menimbulkan suasana Amanat IntentionAmanat yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Meskipun penyair tidak secara khusus dan sengaja mencantumkan amanat dalam puisinya, amanat tersirat di balik kata dan tema yang diungkapkan penyair Waluyo, 1995130. Untuk memahami unsur batin ini, perhatikan puisi berikut!TUHAN, KITA BEGITU DEKAT karya Abdul Hadi begitu dekatSebagai api dengan panasAku panas dalam apimuTuhanKita begitu dekatSeperti kain dengan kapasAku kapas dalam kainmu TuhanKita begitu dekatSeperti angin dan arahnyaKita begitu dekatDalam gelapKini aku nyalaPada lampu padammuSense atau tema puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” karya Abdul Hadi di atas adalah tema ketuhanan, secara lebih khusus adalah penegasan seorang hamba atas kedekatannya dengan Tuhannya. Baris /Tuhan/Kita begitu dekat/ mengalami perulangan repetisi tiga kali pada bait 1,2, dan 3. Kedekatan tersebut diumpakaman melalui gaya bahasa simile dengan baris /sebagai api dengan panas/, /seperti kain dengan kapas/, dan /seperti angin dan arahnya/, yang ditandai dengan kata pembanding sebagai’ dan seperti’. Hubungan kedua objek tersebut sangat dekat dan tidak bisa dipisahkan, seperti hubungan seorang hamba dengan atau perasaan penyair dalam puisi di atas adalah perasaan cinta seorang hamba pada Tuhannya. Rasa cinta tampak pada panggilan Tuhan yang diulang-ulang. Orang yang mencintai sesuatu akan sering menyebutnya dalam hidup. Selain itu, rasa cinta tampak pada penegasan baris /kita bergitu dekat/ yang menunjukkan kebanggaan dan rasa bersyukur atas kedekatannya dengan atau nada puisi di atas menunjukkan suasana bahagia dan ketenangan. Kebahagiaan dan ketenangan hati tersebut terutama tampak pada baris /dalam gelap/kini aku nyala/dalam lampu padammu/. Dalam kegelapan hidup di dunia, kedekatan dengan Tuhan tetap membuat seorang hamba menyala atau atau amanat puisi di atas adalah pesan untuk menjaga kedekatan dengan Tuhan dengan beribadah dan aktivitas-aktivitas yang dapat mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya. Melalui puisi ini, penyair juga berpesan bahwa kedekatan dengan Tuhan akan membuat ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Sumber Kusmarwanti. 2019. Pendalaman Materi Bahasa Indonesia Modul 3 Kesastraan. Kemdikbud

nada dan suasana dalam puisi